Minggu, 19 April 2026

Mengenal Diri Menuju Rasa Syukur

Alangkah baiknya kita gali dulu apa itu Konsentrasi, Meditasi dan Samadi.
Bisa kita cari informasi di google dari sumber sumber yang selaras dengan keyakinan kita.


Seperti Ahli fisiologi yang mempelajari dan menemukan fungsi organ serta sistem tubuh manusia.


Ahli neurolinguist yang mempelajari bahasa di dalam otak dan beberapa sumber lainnya yang berhubungan dengan kehidupan manusia.


Ahli biologi dan fisikawan yang memodelkan struktur heliks ganda DNA
Spiritual seeker seseorang yang secara aktif menjelajahi makna hidup, kebenaran sejati, dan hubungan dengan dimensi yang lebih dalam (metafisik) di luar realitas fisik materialistis.


Ada sedikit yang membedakan antara konsentrasi, meditasi dan samadi.
konsentrasi itu kira kira pengertiannya pemusatan atau fokus suatu hal (objek) apakah itu fokus dinafas atau hal lainnya. Pertanyaannya ? sekuat apa kita tetap berada dalam fokus tentu ada batasnya. Dari jaman dahulu sudah banyak manusia tertarik untuk melatih pernafasan, karena ingin mengetahui telepati namun kebanyakan gagal dan bahkan masuk rumah sakit jiwa.


Jika karena keinginan melatih atau fokus pada Nafas untuk tujuan tertentu dengan rumus batas waktu menghirup, menahan, melepaskan dan menahan kembali. resikonya, jika ingatan lupa menghitung batas waktu menghirup, menahan, melepaskan dan menahan lagi akan terjadi gangguan pengulangan dan itu akan terjadi terus menerus yang akhirnya tidak melanjutkan.


Meditasi itu artinya kira kira penyatuan pikiran dengan  rasa, pertanyannya? Sebatas mana kita berada dalam keadaan penyatuan pikiran dan rasa tentu ada batasnya. pada saat melakukan penyatuan pikiran dengan perasaan apa yang kita pikirkan saat hendak melakukan meditasi, itu juga yang diolah oleh rasa. begitu juga sebaliknya apa yang kita rasakan itu juga yang diolah oleh pikiran. Oleh karenanya banyak orang tersugesti dengan pikiran pikiran orang, seperti melihat cahaya, pemandangan yang indah, sosok panutan dll padahal itu semua halusinasi.
Sedangkan samadi itu (berada dibawah alam sadar) artinya kira kira mendiamkan, apa yang kita diamkan? Untuk menambah keyakinan, karena untuk masuk ke alam sadar butuh kepasrahan.
Dari pembahasan beberapa kalangan agama dan medis berpendapat bahwa Pusat Kesadaran Spiritual (Qolbu) jantung sering dianggap sebagai tempat qolbu (hati/akal spiritual) yang menjadi pusat kesadaran manusia.


• "Suara" Tuhan di Jantung: Beberapa pandangan menyebutkan adanya titik kecil di jantung yang diibaratkan sebagai "suara Tuhan," yang secara metaforis berarti petunjuk, nur (cahaya), atau bisikan kebenaran.


• Koneksi Neuron Jantung: Secara biologis, penelitian modern (seperti yang dirujuk dalam pandangan dr. Aisah Dahlan) menunjukkan bahwa jantung memiliki sekitar 40.000 neuron (sel saraf) yang berfungsi seperti "otak kecil". Ini sering dikaitkan dengan kemampuan jantung untuk "merekam" atau merasakan petunjuk ilahi sejak dalam rahim.


• Pentingnya Mempertebal Hati: Suara atau petunjuk Tuhan ini sering tidak terdengar atau tidak berfungsi karena manusia kurang "mempertebal" atau menyucikan hati (membersihkan qolbu).


• Hati Nurani sebagai Suara Tuhan: Dalam perspektif umum agama-agama, hati nurani dianggap sebagai sarana di mana Tuhan berbicara atau menanamkan firman-Nya, membimbing manusia untuk membedakan yang baik dan buruk.


Pertanyaannya? Jika benar suara tuhan suara yang paling halus diantara suara yang ada ditubuh kita  dan berada didalam jantung, bagaimana kita bisa mendengarkan suaranya. Sedangkan suara jantung luar (itu diri sendiri) paling kencang suaranya tidak bisa kita dengarkan.
Atas dasar pendapat pendapat inilah aku pakai cara masuk ke alam bawah sadar.

Tepat jam 12 malam  aku masuk kamar dalam suasana hening aku duduk "dalam kepasrahan aku serahkan hidup ku kepada Tuhan yang aku percaya" aku mulai mendengarkan suara jantung ku, dengar .. dengar ... aku dengar teruss sampai suara detakan itu pelan ... pelan...  Pelan...

Detakan jantung ku mulai melambat... melambat.. melambat... sampai tidak terdengar lagi. 

Aku bayangkan cahaya dari qolbu ku mengaliri seluruh aliran darah ku. saat suara detakan jantung ku tidak terdengar lagi, gerbang/katup diafraqma ku terbuka gejolak terjadi, seperti ada energi menyedot nafas ku kebawah pusar. 

Aku tidak takut, aku pasrahkan tubuh ku dikendalikan energi itu, tangan ku dibawanya menari nari, gerakan pertamanya agak kasar, dan aku terus pasrah sampai gerakan itu melambat... melambat... lalu diam. 

Sekitar  5 menit  aku sudah kembali ke alam sadar. Aku coba lihat dicermin wajah ku berubah, dari tadinya muram menjadi senyum.
Banyak orang gagal melakukan karena takut, cemas dan kuatir.
Padahal untuk masuk ke alam bawah sadar itu tidak butuh waktu berhari hari, bulan bahkan tahun. Cukup 10 menit dan setelah itu selama hidupnya akan bisa masuk dan kembali tidak perlu ada guru pembingbing karena ketika sudah masuk ke alam bawah sadar kita sudah bertemu dengan guru sejati.

Minggu, 11 Desember 2022

Pasang PLTS Atap, Tagihan Listrik Lebih Hemat

Atap surya kini menjadi pemandangan yang tidak asing di ibukota, gedung-gedung pencakar langit telah memasang modul fotovoltaik di rooftop-nya untuk menyokong kebutuhan listrik lantai-lantai di bawahnya. Jajaran panel surya yang terpasang pada atap, dinding, atau bagian luar gedung lainnya ini dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pun mengajak masyarakat untuk memasang PLTS Atap, karena selain mendukung program energi bersih yang bersumber dari energi terbarukan, pemasangan PLTS Atap juga dapat menghemat tagihan listrik bulanan. “Kalau kita bikin PLTS (Atap) ini juga akan menghemat tagihan listrik, listriknya juga bisa impor-ekspor dengan PLN," ujar Menteri Jonan pada Kampanye Sejuta Surya Atap di Jakarta (28/7) lalu.

Hampir semua gedung di Kementerian ESDM telah memasang PLTS Atap, salah satunya Gedung Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM, Jalan Pegangsaan Timur Jakarta Pusat. PLTS Atap berkapasitas 20 kilo Watt peak (kWp) yang telah dipasang sejak 2015 tersebut memiliki kapasitas puncak 20.160 Watt per hari dengan pengisian baterai selama 4 jam.

“Dengan memanfaatkan luas lahan sekitar 40 meter persegi, kapasitas 20 kWp yang dipasang di atap Gedung Ditjen EBTKE mampu untuk menyalakan lampu bagi 8 lantai di bawahnya,” ungkap Sekretaris Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Halim Sari Wardana di Jakarta, Kamis (8/8).

“Saya berharap, gedung-gedung Pemerintah, Lembaga, Swasta maupun komersial, khususnya di Jakarta segera mendukung percepatan PLTS Atap ini, karena 20% saja dari luas atap yang dimanfaatkan untuk PLTS ini sudah berkontribusi mengurangi polusi,” lanjut Halim.

Selain Kantor Ditjen EBTKE, Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM yang berlokasi di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan juga telah memasang PLTS sejak 2010. Saat ini kapasitas totalnya mencapai 130 kWp dan bisa menghemat biaya listrik gedung tersebut hingga Rp 10 juta per bulannya.

Tak hanya gedung perkantoran, kini perumahan pun bisa memasang PLTS Atap yang on-grid dengan jaringan listrik PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero), yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PLN. Melalui peraturan ini, masyarakat juga bisa membayar tagihan listrik lebih murah melalui “ekspor-impor” listrik dengan PLN. Besaran penghematan berbeda-beda tergantung pada kapasitas daya yang dihasilkan serta besaran penggunaan listrik keseluruhan.

Selain memberikan peluang masyarakat dalam pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan, kebijakan Pemerintah ini bertujuan untuk mengingkatkan peran energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional, percepatan peningkatan pemanfaatan energi surya, mendorong pengembangan bisnis dan industri panel surya, serta mengurangi emisi gas rumah kaca. 

Daya yang dihasilkan dari PLTS  Atap nantinya akan otomatis memotong tagihan listrik pengguna maksimal 65% dari total daya yang dihasilkan oleh PLTS Atap. Artinya 1 Watt listrik yang dihasilkan PLTS Atap akan langsung mengurangi harga listrik PLN maksimal 0,65 watt untuk bulan berikutnya. Sehingga pengguna hanya membayar sisanya ditambah dengan biaya penggunaan listrik dari PLN. Dengan demikian tagihan listrik akan lebih murah. 

Bagi masyarakat yang berminat memasang PLTS Atap, ada beberapa ketentuan yang telah diatur dalam Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018, antara lain:

  1. Kapasitas maksimum sistem PLTS Atap adalah 100% dari daya tersambung pelanggan PLN
  2. Perhitungan ekspor-impor sistem PLTS Atap dihitung berdasarkan nilai kWh ekspor yang tercatat pada meter kWh ekspor-impor x  65%. Surplus ekspor akan diakumulasikan pada bulan berikutnya sebagai kWh pengurang tagihan. Setiap tiga bulan jika masih terjadi surplus maka akan dinihilkan (reset ke 0)
  3. Instalasi Sistem PLTS Atap wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO), SLO Instalasi Sistem PLTS Atap dengan kapasitas sampai dengan 25 kiloWatt (kW) merupakan bagian dari SLO instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah.
  4. Konsumen PLN dari golongan tarif industri dikenai biaya kapasitas (capacity charge) dan biaya pembelian energi listrik listrik darurat (emergency energy charge). Pengaturan biaya kapasitas bagi pengguna PLTS Atap golongan industri yang tersambung dengan PLN (on-grid) mengacu pada Permen ESDM No. 01 Tahun 2017.
  5. Konsumen PT PLN yang berminat memasang PLTS Atap harus mengajukan permohonan pembangunan PLTS Atap kepada PLN Wilayah/Distribusi
  6. Pemasangan PLTS Atap harus dilakukan oleh badan usaha (perusahaan) yang memiliki sertifikat badan usaha ketenagalistrikan dan ijin usaha pemasangan dan penyambungan instalasi listrik (instalatir bersertifikat). Instalasi yang telah memenuhi SPLN dan SNI yang mengatur tentang keamanan dan keselamatan instalasi. 


Mengenal Diri Menuju Rasa Syukur

Alangkah baiknya kita gali dulu apa itu Konsentrasi, Meditasi dan Samadi. Bisa kita cari informasi di google dari sumber sumber yang selaras...