Alangkah baiknya kita gali dulu apa itu Konsentrasi, Meditasi dan Samadi.
Bisa kita cari informasi di google dari sumber sumber yang selaras dengan keyakinan kita.
Seperti Ahli fisiologi yang mempelajari dan menemukan fungsi organ serta sistem tubuh manusia.
Ahli neurolinguist yang mempelajari bahasa di dalam otak dan beberapa sumber lainnya yang berhubungan dengan kehidupan manusia.
Ahli biologi dan fisikawan yang memodelkan struktur heliks ganda DNA
Spiritual seeker seseorang yang secara aktif menjelajahi makna hidup, kebenaran sejati, dan hubungan dengan dimensi yang lebih dalam (metafisik) di luar realitas fisik materialistis.
Ada sedikit yang membedakan antara konsentrasi, meditasi dan samadi.
konsentrasi itu kira kira pengertiannya pemusatan atau fokus suatu hal (objek) apakah itu fokus dinafas atau hal lainnya. Pertanyaannya ? sekuat apa kita tetap berada dalam fokus tentu ada batasnya. Dari jaman dahulu sudah banyak manusia tertarik untuk melatih pernafasan, karena ingin mengetahui telepati namun kebanyakan gagal dan bahkan masuk rumah sakit jiwa.
Jika karena keinginan melatih atau fokus pada Nafas untuk tujuan tertentu dengan rumus batas waktu menghirup, menahan, melepaskan dan menahan kembali. resikonya, jika ingatan lupa menghitung batas waktu menghirup, menahan, melepaskan dan menahan lagi akan terjadi gangguan pengulangan dan itu akan terjadi terus menerus yang akhirnya tidak melanjutkan.
Meditasi itu artinya kira kira penyatuan pikiran dengan rasa, pertanyannya? Sebatas mana kita berada dalam keadaan penyatuan pikiran dan rasa tentu ada batasnya. pada saat melakukan penyatuan pikiran dengan perasaan apa yang kita pikirkan saat hendak melakukan meditasi, itu juga yang diolah oleh rasa. begitu juga sebaliknya apa yang kita rasakan itu juga yang diolah oleh pikiran. Oleh karenanya banyak orang tersugesti dengan pikiran pikiran orang, seperti melihat cahaya, pemandangan yang indah, sosok panutan dll padahal itu semua halusinasi.
Sedangkan samadi itu (berada dibawah alam sadar) artinya kira kira mendiamkan, apa yang kita diamkan? Untuk menambah keyakinan, karena untuk masuk ke alam sadar butuh kepasrahan.
Dari pembahasan beberapa kalangan agama dan medis berpendapat bahwa Pusat Kesadaran Spiritual (Qolbu) jantung sering dianggap sebagai tempat qolbu (hati/akal spiritual) yang menjadi pusat kesadaran manusia.
• "Suara" Tuhan di Jantung: Beberapa pandangan menyebutkan adanya titik kecil di jantung yang diibaratkan sebagai "suara Tuhan," yang secara metaforis berarti petunjuk, nur (cahaya), atau bisikan kebenaran.
• Koneksi Neuron Jantung: Secara biologis, penelitian modern (seperti yang dirujuk dalam pandangan dr. Aisah Dahlan) menunjukkan bahwa jantung memiliki sekitar 40.000 neuron (sel saraf) yang berfungsi seperti "otak kecil". Ini sering dikaitkan dengan kemampuan jantung untuk "merekam" atau merasakan petunjuk ilahi sejak dalam rahim.
• Pentingnya Mempertebal Hati: Suara atau petunjuk Tuhan ini sering tidak terdengar atau tidak berfungsi karena manusia kurang "mempertebal" atau menyucikan hati (membersihkan qolbu).
• Hati Nurani sebagai Suara Tuhan: Dalam perspektif umum agama-agama, hati nurani dianggap sebagai sarana di mana Tuhan berbicara atau menanamkan firman-Nya, membimbing manusia untuk membedakan yang baik dan buruk.
Pertanyaannya? Jika benar suara tuhan suara yang paling halus diantara suara yang ada ditubuh kita dan berada didalam jantung, bagaimana kita bisa mendengarkan suaranya. Sedangkan suara jantung luar (itu diri sendiri) paling kencang suaranya tidak bisa kita dengarkan.
Atas dasar pendapat pendapat inilah aku pakai cara masuk ke alam bawah sadar.
Tepat jam 12 malam aku masuk kamar dalam suasana hening aku duduk "dalam kepasrahan aku serahkan hidup ku kepada Tuhan yang aku percaya" aku mulai mendengarkan suara jantung ku, dengar .. dengar ... aku dengar teruss sampai suara detakan itu pelan ... pelan... Pelan...
Detakan jantung ku mulai melambat... melambat.. melambat... sampai tidak terdengar lagi.
Aku bayangkan cahaya dari qolbu ku mengaliri seluruh aliran darah ku. saat suara detakan jantung ku tidak terdengar lagi, gerbang/katup diafraqma ku terbuka gejolak terjadi, seperti ada energi menyedot nafas ku kebawah pusar.
Aku tidak takut, aku pasrahkan tubuh ku dikendalikan energi itu, tangan ku dibawanya menari nari, gerakan pertamanya agak kasar, dan aku terus pasrah sampai gerakan itu melambat... melambat... lalu diam.
Sekitar 5 menit aku sudah kembali ke alam sadar. Aku coba lihat dicermin wajah ku berubah, dari tadinya muram menjadi senyum.
Banyak orang gagal melakukan karena takut, cemas dan kuatir.
Padahal untuk masuk ke alam bawah sadar itu tidak butuh waktu berhari hari, bulan bahkan tahun. Cukup 10 menit dan setelah itu selama hidupnya akan bisa masuk dan kembali tidak perlu ada guru pembingbing karena ketika sudah masuk ke alam bawah sadar kita sudah bertemu dengan guru sejati.

