Jumat, 02 Desember 2022

Jasa Pasang Panel Surya di Indonesia Terbarukan

Jasa pasang panel surya kian diminati  masyarakat sebagai variasi sumber energi untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah, kantor, maupun pabrik. Ada beberapa toko panel surya di Indonesia, namun tidak semuanya menawarkan jasa pemasangan panel surya. 

Toko solar cell di Indonesia cenderung hanya menjual panel surya. Meski ada beragam pilihan harga panel surya  yang bisa Anda pilih, namun untuk keperluan yang besar tentu Anda akan memilih perusahaan yang memiliki layanan lebih lengkap.

Apabila Anda ingin memasang PLTS semestinya memilih perusahaan yang menawarkan jasa pasang PLTS  yang tidak hanya menjual komponen PLTS saja. Melainkan juga memilih perusahaan dengan layanan konsultasi, perbaikan, maintenance, pemasangan, dan klaim garansi jika terjadi kerusakan.

Ibaratnya “all in one service” alias layanan satu pintu, Anda mau apa saja perusahaan tersebut bisa memberikannya. Mengingat PLTS  jadi kebutuhan primer untuk kebutuhan saat ini, oleh karena itu aspek keamanan dan keselamatan juga harus diperhatikan dengan baik.

Untuk mewujudkan impian masyarakat Indonesia  memperoleh PLTS yang berkualitas, aman, harga terjangkau dan bergaransi PT. HARBANGAN ASHERA NABOLAX  solusinya.


Cara Menghitung Kebutuhan Panel Surya



Cara menghitung kebutuhan panel surya cukup sederhana, Anda hanya perlu mengetahui kebutuhan listrik bulananan yang bisa dilihat pada struk tagihan listrik. Kemudian dalam satu hari, diperkirakan panel surya akan memasok secara penuh listrik selama 5 jam.

Sebelum jauh menghitung kebutuhan panel surya, Anda dapat membaca dulu petunjuk singkat ini sebelum pasang PLTS atap. Ada beragam informasi awal yang bisa digunakan untuk mengetahui seluk beluk panel surya atap.

Tentu lebih lama akan lebih baik, namun angka 5 jam disini adalah perkiraan rata-rata saja. Karena dalam sehari ada saja gangguannya, misal awan yang lewat di atas panel surya atau ada bayangan pohon atau bangunan yang membayangi.

Perhitungan solar panel diperlukan untuk memperkirakan berapa banyak kebutuhan panel surya yang akan dipasang di rumah. Untuk melihat detail cara menghitung panel surya, Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini.

1. Hitung Kebutuhan Daya Harian

Misal rumah Anda membutuhkan 900 kWh per bulan, artinya daya dalam sehari yang rumah Anda butuhkan adalah

900 kWh : 30 hari = 30 kW

2. Hitung kW Harian

Misal dalam satu hari, lama sinar matahari maksimal yang efektif mengenai panel surya berlangsung selama 5 jam. maka kW hariannya adalah

30 kWh : 5 hours = 6 kW


3. Proses Konversi DC ke AC

Perlu Anda ketahui, bahwa panel surya menghasilkan listrik DC (searah) sementara rumah membutuhkan listrik AC (bolak-balik). Oleh karena itu, ketika proses konversi dari DC ke AC yang dilakukan inverter maka akan ada sebagian daya yang hilang.

Angka 20% hilang karena digunakan untuk mengirimkan listrik saat berada di kabel-kabel dan komponen-komponen kecil didalam inverter. Hal ini membuat listrik yang dihasilkan panel surya tidak akan sepenuhnya dikirimkan ke rumah Anda untuk menyalakan elektronik.

Misal dalam satu hari tadi yang dihitung hanya 5 jam maka ada 6 kW yang diperlukan rumah. Sementara proses konversi dari DC ke AC akan menyisakan daya 80% sehingga daya yang dibutuhkan rumah adalah

6 kW : 0,8 (80%) = 7,5 kW DC

Perhatikan ada perubahan jenis listriknya, dari kW AC menjadi kW DC. Hal ini terjadi karena perhitungan dilakukan dengan menghitung dahulu besar daya rumah dalam bentuk AC, baru kemudian dikonversi ke listrik DC.


Angka yang didapat adalah 7,5 kW DC, jadi ketika panel surya menghasilkan nilai sebesar ini dan kemudian dikonversi menjadi listrik AC maka akan tersisa 80%. Jika dibalik, maka ketika panel surya menghasilkan 7,5 kW DC lalu dikonversi menjadi AC maka 7,5 kW x 80% = 6 kW AC.

4. Hitung Banyak Panel Surya

Sebelum menghitung banyak panel surya yang dibutuhkan, perlu diketahui bahwa:

7,5 kW = 7.500 Watt
500 Wp = 0,50 kW
300 Wp = 0,30 kW
250 Wp = 0,25 kW
100 Wp = 0,10 kW

Jadi, jika rumah Anda perlu daya 7,5 kW maka jumlah panel surya yang dibutuhkan adalah

7.500 Watt : 500 Wp = 15 Panel Surya
7.500 Watt : 300 Wp = 25 Panel Surya
7.500 Watt : 250 Wp = 30 Panel Surya
7.500 Watt : 100 Wp = 75 Panel Surya
Semakin besar daya panel surya yang Anda pasang, maka jumlah panel surya akan semakin sedikit. Misal Anda ingin memasang panel surya 500 Wp maka yang dibutuhkan sebanyak 15 panel surya, sedangkan jika memilih 300 Wp maka Anda harus membeli 25 panel surya.

9 Alasan Mengapa Panel Surya Dipasang di Atap Rumah










Anda mungkin bertanya-tanya mengapa panel surya dipasang di atap rumah? Sebenarnya panel surya bisa dipasang dimana saja, meski atap adalah tempat yang populer.
Ketika Anda memutuskan untuk beralih ke energi tenaga matahari, Anda mungkin mulai bertanya-tanya mengapa panel surya dipasang di atap rumah?

Sebenarnya panel surya bisa dipasang dimana saja, namun posisi yang paling populer memang dipasang di atap bangunan. Oleh karena itu sering sebut sebagai solar rooftop system atau PLTSA (PLTS Atap).

Ada pula metode pemasangan panel surya dengan menempatkannya di atas tanah menggunakan penopang atau meletakkannya di atas sungai, danau, dan laut.

Atap yang akan dijadikan sebagai lokasi penempatan panel surya perlu memenuhi beberapa persyaratan fisik seperti luas tap, kekuatan atap, bentuk atap, dan bayangan yang mengarah ke atap.

Jika atap terlalu kecil panel surya yang dipasang tidak akan banyak dan dikhawatirkan tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan listrik di rumah Anda.
Masalah lain seperti bayangan pohon dan bangunan lain yang mengarah ke atap Anda dapat menurunkan potensi efisiensi panel surya. Tenaga surya adalah sumber energi yang paling berlimpah, bersih, dan terbarukan di bumi.
Bahkan bisa mengisi ulang dirinya sendiri berulang kali dan beroperasi tanpa menghasilkan polusi seperti bahan bakar minyak dan gas. Ada beberapa alasan mengapa panel surya dipasang di atas rumah, diantaranya:

1. Mengurangi Pemakaian Lahan

Panel surya yang diletakkan di atap bisa mengurangi pemakaian ruang di lahan rumah Anda, dengan begitu atap yang biasanya kosong jadi lebih bermanfaat.

Selain itu, dengan memasang panel surya di atap rumah artinya Anda tidak akan kehilangan dan mengambil lahan yang bisa digunakan untuk kegiatan lain.

2. Lebih Aman

Penempatan solar panel di atap akan mencegah terjadinya kerusakan langsung pada panel surya karena terkena puing-puing batu, tongkat, atau terkena lemparan benda keras tanpa sengaja.

3. Sedikit Rangka Besi

Memasang panel surya di atas rumah membutuhkan lebih sedikit besi sebagai kerangka penopang, berbeda jika panel surya dipasang di atas tanah maka butuh penopang yang lebih banyak dengan pondasi yang kuat.

4. Lebih Cepat Dipasang

Panel surya yang dipasang di atap dapat dikerjakan lebih cepat daripada memasangnya di tanah (ground) yang harus menggali lubang untuk rangka penyangga, membuat parit, dan merangkai kawat.

Lebih cepat karena tidak perlu melakukan banyak aktivitas lain sehingga Anda bisa fokus untuk memasang panel surya sebaik mungkin.

5. Hemat Anggaran

Sedikit pekerjaan yang dilakukan dengan sedikit orang bekerja di atap rumah akan mengurangi pengeluaran Anda, selain itu rangka penopang yang digunakan juga lebih sedikit sehingga uang yang dimiliki dapat dipakai untuk membeli komponen lainnya.

6. Meningkatkan Nilai Rumah

Manfaat lain memasang panel surya di atap rumah adalah meningkatnya nilai rumah Anda. Rumah yang terpasang sistem PLTS lebih menarik, terlihat futuristik, dan peduli lingkungan. Bisa jadi Anda akan menginspirasi tetangga di dekat rumah Anda untuk ikut memasang panel surya.

7. Menghindari Gangguan

Menempatkan panel surya di atas rumah memungkinkan panel surya menerima radiasi panas sinar matahari secara langsung tanpa ada gangguan dari lingkungan sekitar dan tidak mudah dirusak.

8. Mendinginkan Atap

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh UC San Diego, panel surya membantu mengurangi suhu didalam rumah hingga hampir 35%. Panel surya menghalangi panas untuk sampai ke atap dan menyerap sinar matahari yang seharusnya jatuh langsung ke atap.

Selain itu ada pula ruang antara panel surya dan genteng yang dapat mengalirkan udara untuk membantu mendinginkan atap rumah. Ibaratnya panel surya ialah pohon peneduh yang membantu menjaga atap lebih aman dari panas dan puing-puing.

9. Melindungi Atap

Cuaca buruk seperti salju, hujan es, angin, dan hujan yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada atap rumah Anda jika terjadi selama bertahun-tahun.

Ketika panel surya berada di atap, ada semacam penghalang yang menghalangi cuaca buruk tersebut. Setidaknya dapat membantu melindungi genteng dan dapat membantu atap bertahan dari cuaca buruk lebih lama daripada tanpa panel surya

Kesimpulan

Demikian sembilan alasan mengapa panel surya dipasang di atas rumah, meski memasang panel surya di atap rumah memiliki banyak keuntungan namun Anda juga perlu memperhatikan kondisi dan kekuatan atap di rumah Ada.

Walaupun panel surya bisa dipasang dalam berbagai macam bentuk atap, Anda harus melakukan pengecekan dengan seksama dan menghitung kemampuan atap untuk menopang berat panel surya. Salam energi hijau!


Pertimbangan Memasang Panel Surya di Atap Datar

Ada beberapa pertimbangan memasang panel surya di atap datar. Anda mungkin mendengar panel surya perlu dimiringkan pada sudut tertentu untuk menangkap sinar matahari. Lalu, bagaimana jika Anda punya atap rata tanpa ada kemiringan sedikit pun. Apakah panel surya tetap bisa dipasang di rumah dengan atap datar?

Jawaban singkatnya adalah “YA” panel surya bisa dipasang di atap datar, tetapi ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk pemasangan panel surya di atap datar. Jika atap Anda dalam kondisi baik dan tidak memiliki penghalang di sekitar maka Anda dapat memasang panel surya di atap datar.

Penghalang yang dimaksud seperti bangunan yang lebih tinggi atau pohon yang dapat menghalangi sinar matahari dan mengurangi keluaran energi. Sebenarnya memasang panel surya di atap datar lebih disukai daripada di atap miring. Atap datar membuat panel surya lebih sulit dilihat dari jalan, sehingga bisa menjaga nilai estetika rumah Anda.
Saat merencanakan pemasangan panel surya di atap datar, salah satu keputusan yang harus Anda buat adalah apakah akan memasang panel surya datar atau menggunakan peralatan pemasangan untuk memiringkan atau menaikkan panel surya ke sudut 25°.

Peralatan Memasang Panel Surya di Atap Datar
Rak dudukan panel surya-via Distributor PT. Harbangan Ashera Nabolax

Ada beberapa peralatan khusus yang diperlukan untuk memasang panel surya di atap yang datar. Misalnya rak dudukan miring diperlukan untuk memiringkan panel surya pada sudut tertentu.

Ada banyak sistem rak dan alat yang dapat digunakan untuk memiringkan panel surya ke posisi yang tepat. Namun, harga alatnya bisa jadi sedikit lebih mahal daripada pemasangan standar yang digunakan pada atap miring.

Apakah Lebih Mahal Memasang Panel Surya di Atap Datar?

Memasang panel surya di atap datar bisa sedikit lebih mahal. Anda perlu memasang dudukan miring yang digunakan untuk mengatur sudut kemiringan panel surya. Untuk sebagian besar sistem PLTS, biaya pemasangan dan tenaga kerja mencapai sekitar 10% dari total harga.

Tetapi di atap datar, biaya tersebut berkurang karena bekerja di atap datar lebih mudah diakses dan lebih aman daripada di atap miring. Di atap miring, pekerja membutuhkan peralatan keselamatan khusus untuk melakukan pekerjaan agar tidak jatuh.

Belum lagi bahan atap seperti genteng yang punya kemungkinan pecah atau terjatuh selama proses instalasi panel surya berlangsung. Masalah semacam itu tidak akan ditemui jika atap rumah Anda datar. Pemasang dapat berjalan dengan bebas dan bahan di atap datar cenderung tidak mengalami kerusakan selama pemasangan.

Apakah Atap Datar Mempengaruhi Output Panel Surya?

Pada atap yang miring, sudut panel surya tergantung pada sudut atap dan arah muka atap. Sedangkan di atap datar, Anda dapat mengarahkan panel surya ke segala arah dan memiringkannya ke sudut mana pun yang Anda inginkan.

Kebebasan ini memudahkan Anda untuk mengoptimalkan output energi. Dengan menghadapkan panel surya ke selatan dan menyesuaikannya ke sudut yang sama dengan garis lintang rumah, Anda dapat memaksimalkan paparan sinar matahari dan menghasilkan lebih banyak energi.

Kerugian Memasang Panel Surya di Atap Datar

Ada tiga kelemahan meletakkan panel surya di atap datar, yaitu: kebocoran atap, panel surya cepat kotor, merugikan rumah di belahan utara, dan pembatalan garansi panel surya.

1. Kebocoran Atap

Masalah utama yang muncul dari pemasangan panel surya di atap datar adalah kebocoran. Jika panel surya dipasang datar, air dapat menggenang diatas dan disekitarnya saat hujan, kondisi itu bisa menyebabkan kerusakan pada atap rumah.

Solusi terbaik adalah memiringkan panel surya pada suatu sudut. Memiringkan 3 atau 4 derajat saja dapat membantu mencegah terjadinya kebocoran dan menjaga panel surya tetap bersih.

2. Panel Surya Cepat Kotor

Panel surya yang dipasang datar punya potensi lebih cepat kotor daripada yang miring. Dari waktu ke waktu, panel surya menjadi lebih kotor dan kotoran yang tidak turun bisa mengurangi produksi listrik.

Panel surya yang dimiringkan dapat membersihkan sendiri karena air yang mengalir membawa sebagian besar kotoran dan puing jatuh bersamanya. Sedangkan panel yang dipasang datar tidak bisa dengan baik melakukannya.

3. Merugikan Rumah di Belahan Bumi Utara

Jika berada di belahan bumi utara, karena posisi matahari bergerak dari timur ke barat setiap hari maka jalurnya selalu melintasi bagian selatan langit. Oleh karena itu, solar panel yang diletakkan rata tidak menghadap matahari sebanyak solar panel yang dimiringkan ke arah selatan.

4. Pembatalan Garansi Panel Surya

Meletakkan panel surya secara datar terkadang dapat menyebabkan pembatalan garansi pabrik pada panel surya. Alasannya adalah ketika panel dipasang datar, air akan tertahan berada diantara bingkai dan lapisan kaca modul.

Mengingat lapisan ini hanya disegel oleh silikon, mirip dengan sesuatu yang Anda gunakan di kamar mandi untuk menyegel air. Kondisi dapat ini menambah risiko panel surya karena akan ada lebih dari 10 hingga 20 tahun air yang menembus penghalang dan merusak komponen panel surya didalamnya.

Kesimpulan

Memiliki atap datar tidak menghalangi Anda untuk memiliki PLTS di rumah. Atap datar juga tidak akan menggangu output daya panel surya selama Anda memasangnya dengan sudut yang agak miring. Bahkan dapat memberikan output energi yang lebih baik daripada atap miring karena Anda dapat mengontrol kemiringan.




Lakukan 4 Hal Ini Sebelum Memasang PLTS Atap

Apa saja yang harus dilakukan sebelum memasang PLTS Atap? Ada empat hal yang perlu diperhatikan: kebutuhan listrik, bangunan, konsultasi PLN, memilih instalator

 PLN saat ini sedang berupaya meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) dengan melakukan berbagai upaya seperti mengkonversi PLTD menjadi PLTS.

Upaya ini diharapkan tidak hanya dilakukan oleh pihak pemerintah saja, tetapi juga oleh masyarakat pada umumnya. Khususnya yang menjadi pelanggan PLN, baik itu konsumen rumah tangga, bisnis, industri, maupun swasta.

Baik itu rumah, gedung kantor, gudang, maupun bangunan lain yang punya struktur menunjang untuk dipasang dapat ikut serta untuk mendukung program bauran energi tersebut. Berikut ini panduan bagi pelanggan PLN yang tertarik untuk memasang PLTS atap.

1. Menghitung Kebutuhan Listrik

Pertama, hitung dulu kebutuhan listrik di siang hari ketika memakai daya dari PLN. Perhitungan ini akan dipakai sebagai dasar acuan untuk menetapkan spesifikasi modul surya, kapasitas dan tegangan inverter.

Spesifikasi yang dipilih nantinya juga akan mempengaruhi anggaran yang diperlukan, semakin besar kebutuhan listrik harian maka panel surya yang diperlukan juga semakin banyak.

Menghitung kebutuhan listrik untuk PLTS atap bisa dilakukan dengan mengikuti beberapa langkah sederhana analisa beban, hitung kebutuhan listrik PLTS atap

2. Memeriksa Kondisi Bangunan


Estimasi area atap

Perlu diketahui bahwa PLTS rooftop tidak hanya memasang panel surya di atap bangunan tetapi juga bisa dipasang pada dinding bangunan. Langkah kedua yang harus dilakukan adalah memeriksa bangunan yang akan dipasang PLTS, baik itu rumah, kantor maupun pabrik.

Pemeriksaan yang dilakukan mencakup lokasi peletakan panel surya, seberapa luas lokasi atap/dinding, kekuatan struktur bangunan untuk menopang panel surya, sudut kemiringan pemasangan, ada tidaknya bayangan yang menghalangi saat siang hari.

Atap yang datar akan memudahkan pemasangan, sedangkan atap yang miring akan lebih optimal jika panel surya dipasang disisi utara dan selatan. Tidak semua atap cocok dipasangi panel surya, oleh karena itu Anda perlu periksa rangka atap sebelum pasang modul surya. 

Bentuk atap nantinya akan mempengaruhi peletakan panel surya, oleh karena itu perlu dihatikan terkait dengan tingkat kemiringannya. Namun, jika atapnya miring disebelah timur dan barat akan diperlukan tambahan penyangga untuk menopang panel surya.

3. Berkonsultasi dengan PLN

Langkah ketiga yaitu mengkonsultasikan rencana pemasangan PLTS atap dengan pihak PLN, bisa dengan datang ke kantor PLN terdekat membawa nomor identitas pelanggan dan sampaikan niatan untuk memasang PLTS.

Kemudian tanyakan syarat yang diperlukan untuk memasang PLTS di atap rumah atau bangunan yang dimiliki. Berikut ini beberapa syarat izin operasi dan biaya penyambungan PLTS ke PLN yang bisa Anda jadikan informasi Awal.

Apakah harus menjadi pelanggan pasca bayar ataukah prabayar, untuk memastikan ini maka perlu ditanyakan ke kantor PLN terdekat. Selain itu tanyakan juga terkait formulir pendaftaran yang mungkin ada dan perlu dilengkapi sebelum mengajukan pemasangan.

Kemudian mintalah rekomendasi tentang instalator pemasangan PLTS yang telah mendapat sertifikasi resmi dari Kementerian ESDM. 

4. Memilih Instalator PLTS Atap

Halaman Resmi Daftar Badan Usaha Kelistrikan

Langkah terakhir yaitu memilih lembaga pemasangan PLTS yang punya sertifikasi dan direkomedasikan PLN. Selain bertanya dengan PLN, dapat juga menanyakan hal ini kepada distributor peralatan PLTS atau instalator yang memiliki kompetensi.

Ada beberapa instalator yang telah direview di website ini, PT HARBANGAN ASHERA NABOLAX. 

Misalnya kompetensi untuk melakukan analisa, merancang jaringan, menghitung rencana anggaran, perizinan, sertifikat layak operasi, dan tentu sekalian yang bisa memasangkan berbagai perangkat komponen ke atap bangunan.

Sekali lagi, pilih yang memang sudah berpengalaman dan punya kompetensi untuk memasang pembangkit listrik tenaga surya di atap. Ini penting dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tentu saja tidak diinginkan.





Apa Itu PLTS Atap: Pengertian, Komponen, dan Mekanismenya

PLTS adalah pembangkit listrik dengan energi yang didapat dari radiasi matahari melalui sel fotovoltaik yang menangkap sinar matahari dan mengkonversinya menjadi listrik. Intensitas radiasi yang makin tinggi semakin meningkatkan daya listrik yang dihasilkan.

Teknologi ini didukung dengan potensi sinar matahari yang selalu tersedia sepanjang tahun, karena negara kita terletak di garis khatulistiwa. PLTS benar-benar energi masa depan yang tak dapat diabaikan manfaatnya.

PLTS atap adalah pembangkit listrik tenaga surya yang menggunakan panel fotovoltaik yang ditempatkan diatap bangunan, dinding, atau bagian lain yang bisa mendapat banyak pancaran sinar matahari.

Memang namanya “atap” tentu saja akan cenderung diletakkan diatap rumah, kantor, pabrik, atau bangunan lain yang punya struktur bangunan kuat dan bisa dipasang panel surya.

Panel fotovoltaik atau dikenal panel surya dibuat dari bahan semikonduktor yang mampu mengubah radiasi sinar matahari menjadi arus listrik searah (DC).

Saat sinar matahari diterima semikonduktor yang ada di panel fotovoltaik, maka akan membebaskan elektron-elektron untuk menghasilkan listrik. 

Ada beberapa orang yang menyebut panel surya sebagai modul surya. Jadi, nggak perlu bingung apa bedanya karena memang sama-sama lempengan kotak hitam tipis yang berisi sel-sel fotovoltaik.

Prinsip Kerja PLTS Atap

PLTS Atap Gedung Rajawali Jakarta

Sistem PLTS atap terdiri dari panel surya, inverter, jaringan listrik PLN, sistem pengaman, dan meteran kWh untuk ekspor-impor atau jual-beli listrik.

PLTS atap sudah diakui oleh pemerintah Indonesia melalui berbagai peraturan menteri ESDM, beberapa informasi yang terkait diantaranya yaitu:

  • Pengguna PLTS atap mencakup konsumen PLN dari kategori rumah tangga, sosial, pemerintah, industri, dan bisnis
  • Pengguna hanya diijinkan memasang PLTS dengan kapasitas maksimal 100% dari daya yang digunakan, misalnya rumah tersambung 900VA maka hanya boleh memasang PLTS dengan kapasitas dibawah atau sama dengan 900VA
  • Panel surya dapat dipasang di atap, dinding, atau lokasi lain di bagian bangunan yang dimiliki konsumen PLN.

Komponen dan Mekanisme PLTS Atap

Mekanisme PLTS Atap

Garis besar PLTS atap secara umum dapat digambarkan pada gambar di atas. Skema PLTS atap on-grid di atas terhubung dengan enam komponen agar dapat bekerja dengan baik, yaitu:
  1. Panel surya
  2. Inverter
  3. Panel listrik atau AC breaker panel
  4. Perangkat elektronik (TV, Kulkas, Kipas Angin, Dll)
  5. Meteran kWh
  6. Jaringan listrik PLN (bisa pakai sumber apapun: PLTA, PLTG, PLTB, PLTD, dsb)
Berdasarkan enam komponen yang digunakan tersebut, maka dapat disusun mekanisme atau alur kerja PLTS atap sebagai berikut.
  1. Panel surya menangkap radiasi sinar matahari dalam bentuk arus listrik searah (DC)
  2. Inverter mendapat input listrik DC, kemudian diubah menjadi arus bolak-balik (AC)
  3. Panel listrik (breaker panel) menerima arus AC sebelum dialirkan ke jaringan listrik rumah dan meteran, panel listrik/switchboard diperlukan untuk mengamankan kelebihan beban dan korsleting
  4. Perangkat elektronik menerima listrik
  5. Net metering atau meteran kWh
  6. Listrik dari PLTS melewati meteran sebelum masuk ke jaringan PLN dan juga bisa dilewati listrik dari PLN masuk ke jaringan listrik rumah. Net metering membantu mengetahui seberapa banyak listrik yang digunakan atau listrik yang dikirim ke jaringan PLN.
Energi yang diterima panel surya bersifat intermiten atau tidak terus menerus tersedia, hal ini mempengaruhi besar kecilnya listrik yang dihasilkan.

Intermiten dipengaruhi oleh cuaca, pergantian siang-malam, bayangan pohon, bayangan bangunan, atau benda lain yang menghalangi panel surya menerima sinar matahari.

Karena intermitensinya inilah, PLTS akan menjadi lebih baik lagi jika dapat dibangun dengan sistem hybrid yang menyertakan komponen penyimpanan lainnya seperti baterai dan juga menghubungkannya dengan sumber energi lain yang tidak punya sifat intermitensi(seperti PLTA, PLTD, PLTG, dsb).

Mengenal Perbedaan PLTS Terpusat dan Tersebar

Klasifikasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya, diantaranya PLTS Terpusat dan Tersebar yang dikelompokkan berdasarkan pendistribusian listrik kepada konsumennya.

Perbedaan PLTS terpusat dan tersebar adalah cara pengelompokkan pembangkit listrik tenaga surya berdasarkan jaringan distribusi. Maksudnya pembangkit listrik dikelompokkan berdasarkan cara pendistribusian/pengiriman/pengaliran listrik kepada konsumennya.

Jenis PLTS semacam ini tidak hanya dapat dibuat oleh perusahaan besar dengan investasi milyaran, tetapi juga dapat dibangun secara pribadi. PLTS yang dikelompokkan berdasarkan jaringan distribusi terdiri atas PLTS Terpusat dan PLTS Tersebar.

Perlu diketahui juga bahwa ada klasifikasi lain yang mengelompokkan PLTS menjadi sistem on-grid, off-grid, dan hybrid. Ketiga jenis PLTS ini tidak hanya dapat berdiri sendiri, melainkan dapat dikombinasikan dengan PLTS Terpusat dan Tersebar.

PLTS Terpusat 100 kWp Untuk terangi Desa Terpencil
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana, Jum’at pagi (9/2), meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat dengan kapasitas 100 kilo watt peak (kWp). Infrastruktur tersebut terletak di Desa Balang Datu, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

PLTS terpusat adalah PLTS yang memiliki jaringan distribusi listrik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan beban yang berbeda-beda di setiap rumah.

PLTS terpusat disebut juga sebagai PLTS terintegrasi, dimana terintegrasi maksudnya pembangkit listrik ini mengatur semua kebutuhan penggunanya dalam satu sistem atau manajemen.

Contohnya seperti PLTS yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan di daerah pedesaan atau daerah jauh dari jaringan PLN. Sehingga dibangunkan PLTS terpusat agar pengawasannya lebih mudah.

PLTS terpusat punya sebuah tempat untuk meletakkan panel surya dan komponen lainnya. Pengoperasian PLTS ini juga dilakukan secara terkoordinir seperti pembangkit listrik apda umumnya.

Namun ada juga PLTS terpusat yang dikelola oleh seorang operator sekaligus juga masyarakat desa setempat. PLTS semacam ini bisa dikatakan sebagai PLTS swadaya masyarakat setempat.

Lokasi tersebut biasanya dibangun PLTS off-grid terpusat yang mempunyai baterai, inverter, dan jaringan distribusi ke beberapa rumah masyarakat desa.

PLTS Tersebar 
Ilustrasi PLTS Tersebar

PLTS tersebar adalah PLTS yang tidak punya jaringan distribusi listrik, sehingga setiap rumah bisa membangun sistemnya sendiri. Sering juga disebut PLTS terdistribusi, dimana terdistribusi maksudnya pembangkit listrik ini dibangun terpisah-pisah.

Terdistribusi juga artinya tidak saling terhubung, seperti rumah A, B, C, D, dan E yang memasang PLTS diatapnya hanya untuk kebutuhan listrik rumahnya sendiri-sendiri.

Sebagai contoh lainnya yaitu PLTS off-grid tersebar seperti Solar Home Sytem (SHS) yang dipasang secara mandiri oleh pemilik rumah. Ada pula contoh PLTS on-grid tersebar seperti PLTS atap atau Solar PV Rooftop yang juga dapat dipasang mandiri di rumah.

Kesimpulan

Ternyata memang kedua pengelompokkan PLTS tersebut tidak dapat berdiri sendiri, melainkan juga dikombinasikan dengan tiga pilihan sistem PLTS (on-grid, off-grid, hybrid)

Karena memang pengelompokkan terpusat dan tersebar digunakan untuk membedakan jaringan distribusi atau pengiriman listrik kepada pengguna atau konsumennya.

Apakah suatu PLTS dibangun dengan jaringan distribusi listrik yang terintegrasi dalam suatu sistem ataukah dibangun sendiri-sendiri atau tersebar di masing-masing rumah hanya untuk kebutuhan individu masing-masing.

Pengelompokkan PLTS menjadi beberapa kategori dapat menyesuaikan dengan situasi yang ada di lapangan. Tidak menutup kemungkinan akan ada pengkategorian lain di masa depan seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi tenaga surya.

Kamis, 01 Desember 2022

Perbedaan PLTS Rooftop, Grounding, dan Floating

Perbedaan PLTS rooftop, grounding, dan floating adalah lokasi pemasangannya panel suryanya di roof (atap), ground (tanah), dan float (mengambang).

Alasan PLTS dikategorikan menurut lokasi pemasangan adalah menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Memasang panel surya tentu saja butuh pijakan yang kuat dan aman, kuat strukturnya dan aman dari lingkungan sekeliling yang bisa saja dapat merusak.

PLTS Rooftop
Sistem PLTS Rooftop

PLTS atap atau solar rooftop dikenal juga PLTS rooftop adalah pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung secara pararel dengan jaringan listrik PLN untuk menghemat konsumsi listrik dengan memasang panel surya di atap suatu bangunan, bisa rumah, kantor, dan pabrik.

Pada gambar di atas, terlihat panel surya terpasang di atap gedung Kementerian ESDM dan beberapa tempat parkir dibawahnya. Pemasangan tersebut akan sangat optimal jika matahari dapat diterima sepanjang hari tanpa ada bangunan atau pohon yang menghalangi.

Pemasangan di atap merupakan jenis pemasangan paling umum yang menggunakan rak sebagai penahan panel surya di atap. Panel surya dapat dipasang pada atap datar atau miring menggunakan bahan logam, sirap, atau karet.

PLTS atap direkomendasikan bagi pelanggan PLN yang mempunyai kebutuhan beban besar saat siang hari, khususnya untuk pelanggan bisnis atau industri yang menggunakan listrik untuk keperluan komersial.

Bagian yang perlu diperhatikan dari jenis PLTS ini adalah kapasitas yang diizinkan untuk dipasang yaitu maksimal sebesar daya listrik yang terhubung dengan jaringan PLN.

Apabila rumah terdaftar dengan jaringan PLN sebesar 450VA maka hanya boleh maksimal memasang daya PLTS sebesar itu, atau kantor dengan 900VA, 1300VA, 2200VA maka hanya diizinkan memasang maksimal sebesar itu.

Umumnya PLTS Atap On Grid memakai sistem AC Coupling tanpa baterai yang dipakai secara paralel dengan jaringan PLN. Namun, bisa juga Anda memasang panel surya di rooftop off-grid ataupun hybrid.

Meskipun baterai dapat ditambahkan sebagai backup namun sifatnya sementara, bukan untuk melayani seluruh beban sebab biaya yang dikeluarkan akan semakin tinggi jika membeli baterai.

Pada sistem on-grid AC Coupling, output dari inverter terhubung dengan jaringan listrik PLN yang secara simultan dipakai untuk beban perangkat elektronik.

Listrik yang dihasilkan PLTS akan menjadi pasokan utama yang digunakan, sehingga pasokan listrik dari PLN dapat dikurangi dan bahkan bisa ditiadakan sama sekali.

Apabila ada kelebihan listrik akan dialirkan ke jaringan PLN (export) dengan terlebih dahulu melewati net metering agar nantinya dapat diketahui besaran listrik yang di ekspor dan di impor.

Bahkan Anga bisa sampai mendapat tambahan penghasilkan jika listrik yang diekspor lebih banyak daripada yang dipakai. Namun, untuk di Indonesia sendiri aturannya tidak seperti itu.

Kelebihan llistrik PLTS yang dikirim ke jaringan PLN akan dihitung dan digunakan untuk mengurangi tagihan di bulan berikutnya. Lalu dalam beberapa bulan kemudian, perhitungan tersebut akan di reset dan menjadi nol lagi.

PLTS GROUNDING
Panel Surya Dengan Tiang Penyangga

PLTS grounding atau ground-mounted adalah pembangkit listrik tenaga surya yang dibangun di atas tanah menggunakan penopang khusus yang menahan panel surya. PLTS semacam ini bisa dihubungkan dengan jaringan listrik lainnya seperti dengan PLN untuk memenuhi beban listrik.

Dudukan atau penopang panel surya dipasang dengan balok baja atau tiang logam seperti besi agar panel surya menjadi aman dan tidak tergeletak langsung dengan tanah. Dudukan semacam ini dapat dipasang di tempat terbuka atau diatas tempat parkir.

Penopang ini dapat dipasang dimana pun dengan kondisinya tanah yang baik dan mendapat sinar matahari yang cukup. PLTS ini merupakan alternatif yang menarik untuk seseorang yang tidak memiliki cukup ruang atap yang dapat digunakan atau yang tidak suka memasang panel surya di atap rumahnya.

PLTS FLOATING
Sistem PLTS Floating

PLTS terapung atau PLTS floating adalah pembangkit listrik tenaga surya yang mengacu pada cara produksi listrik dengan memasang komponen PLTS pada struktur yang mengapung di air, biasanya di danau dan laut.

Sistem PLTS terapung dipasang di tempat yang airnya tidak digunakan secara langsung dan berada pada lokasi yang aman dengan arus yang tenang.

Indonesia bekerjasama dengan Uni Emirat Arab sedang membangun PLTS atap di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dengan 240 hektar lahan yang digunakan, PLTS ini akan menjadi terbesar di Asean sebagai penghasil listrik 145 Mega Watt Ac (MWac).

Fotovoltaik terapung menerapkan sistem pembangkit listrik tenaga surya yang menempatkan panel fotovoltaik di atas air atau terapung. Hal ini untuk menekan biaya sewa tanah dan cocok diterapkan di pantai atau laut Indonesia yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas lautan.

Sistem yang dibangun serupa dengan PLTS lainnya, namun yang membedakan adalah panel surya yang dipasang didesain khusus agar mengapung di atas air.

Desain ini mampu meningkatkan efisiensi pembangkit karena air dapat mendinginkan sel-sel surya dan memberikan efek pendinginan alami melalui air yang ada dibawah panel surya.

Kesimpulan

Ketiga jenis PLTS tersebut tidak sepenuhnya harus on-grid melainkan juga bisa dibangun dengan sistem off-grid dan hybrid menyesuaikan dengan ketersediaan tempat pemasangan, dan kebutuhan beban yang diperlukan.

Berdasrkan uraian tersebut dapat diketahui bahwa perbedaan PLTS Rooftop, Grounding, dan Floating adalah tempat atau lokasi pemasangan panel surya.

PLTS rooftop menggunakan atap dan dinding sebagai tempatnya, PLTS grounding memakai tanah sebagai tempat meletakkan rak penopang panel surya, dan PLTS floating menggunakan danau atau laut yang mempunyai arus tenang sebagai tempat menempatkan panel surya dan komponen lainnya.




Perbedaan PLTS On-Grid, Off-Grid, dan Hybrid

Perbedaan PLTS on-grid, off-grid, dan hybrid terletak pada karakteristik penyimpanan dayanya, persamaan ketiganya yaitu bekerja dengan prinsip dasar yang sama.

Sistem pembangkit listrik tenaga surya dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis sambungan dengan jaringan, yaitu: PLTS on-grid, off-grid, dan hybrid.

Ketiga sistem tersebut bekerja dengan prinsip dasar sama dalam memanfaatkan sinar matahari. Semua sistem sama-sama menggunakan panel surya untuk mengubah sinar matahari menjadi arus listrik.

Perbedaan on grid off grid dan hybrid adalah penyimpanan daya dan variasi sumber energi yang dipakai sebacai backup atau cadangan. Tidak semua sistem dapat melakukan hal yang sama, bergantung pada karakteristik media yang digunakan untuk menyimpan energi.

ON-GRID

Sistem PLTS On Grid

PLTs on-grid adalah pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung dengan jaringan listrik PLN, oleh karena itu disebut on-grid atau didalam jaringan. On Grid juga seringkali disebut sebagai PLTS grid-tie atau grid-feed.

PLTS on-grid bisa menggunakan dua sumber energi, yaitu dari tenaga surya dan listrik PLN. Keduanya bisa digunakan bergantian, khususnya ketika malam hari dimana matahari sudah tidak nampak sinarnya.

Perbedaan on grid dengan off grid adalah baterai dan jaringan PLN, PLTS on grid tidak memiliki komponen baterai. Jika ada kelebihan listrik yang dihasilkan panel surya akan disimpan ke jaringan PLN.

Sedangkan PLTS off grid menyimpannya ke baterai yang menjadikan jaringan PLN sebagai pengganti baterai, baik itu untuk menyimpan energi maupun untuk keperluan cadangan.

Sistem ini banyak digunakan oleh rumah tangga karena memiliki cadangan listrik PLN sebagai backup jika panel surya tidak menghasilkan listrik yang cukup. Sistem ini bisa menjadi pilihan jika ingin memiliki PLTS dengan biaya instalasi yang lebih hemat.

PLTS OFF-GRID

Sistem Off Grid


PLTS off-grid adalah pembangkit listrik tenaga surya yang tidak memiliki sambungan dengan jaringan kelistrikan PLN. Oleh karena itu disebut off-grid atau diluar jaringan.

Sistem off-grid dapat memakai dua sumber energi listrik, yaitu dari listrik yang diproduksi panel surya dan listrik yang disimpan baterai.

Sistem ini menjadikan PLTS bisa mandiri 100% dalam memenuhi kebutuhan daya di rumah. Namun, karena sistem off-grid hanya mengandalkan sinar matahari maka pemilik harus memasang baterai sebagai cadangan energi.

Baterai ini merupakan komponen yang penting dalam sistem off-grid, sebab baterai adalah sumber energi utama saat malam hari. Baterai merupakan komponen wajib jika memilih sistem off-grid.

 PLTS HYBRID

Sistem PLTS Hybrid

PLTS hybrid adalah pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi gabungan antara tenaga surya dan sumber energi lainnya, seperti dari PLN dengan PLTD, PLTB, PLTA, dan lain sebagainya.

Sistem ini juga dapat dimaknai sebagai sistem yang menggabungkan keunggulan on-grid dan off-grid secara bersama-sama. Sistem ini mengadopsi keunggulan dari sistem PLTS on-grid dan off-grid.

PLTS on-grid yang bisa terhubung dengan jaringan PLN, sedangkan off-grid bisa terhubungan dengan baterai sebagai tempat penyimpanan energi berlebih yang dihasilkan panel surya.

Sistem hybrid bisa memakai tiga sumber energi: panel surya, baterai, dan listrik PLN. Adanya ketiga sumber ini menjadikan sistem PLTS hybrid lebih unggul dibandingkan dua sistem lainnya.

Pemilik PLTS pun jadi lebih rileks dan tidak khawatir kehabisan sumber daya. Karena ketiganya bisa saling melengkapi dan bergantian memenuhi kebutuhan listrik di rumah.

Bahkan ada pula yang menyebut bahwa sistem hybrid punya empat sumber energi selain yang disebutkan di atas, yaitu energi yang berasal dari genset.

Ya, genset digunakan sebagai cadangan kalau skenario terburuk terjadi misalnya malam hari ketika baterai habis dan listrik PLN padam.

Kesimpulan

Akhirnya, keputusan ada ditangan anda untuk memilih PLTS on-grid, off-grid, atau hybrid. Setiap orang tinggal ditempat berbeda dan punya kebutuhan listrik yang berbeda. 

Mengenal Diri Menuju Rasa Syukur

Alangkah baiknya kita gali dulu apa itu Konsentrasi, Meditasi dan Samadi. Bisa kita cari informasi di google dari sumber sumber yang selaras...