Selasa, 06 Desember 2022
Minggu, 04 Desember 2022
Jumat, 02 Desember 2022
Jasa Pasang Panel Surya di Indonesia Terbarukan
Cara Menghitung Kebutuhan Panel Surya
1. Hitung Kebutuhan Daya Harian
Misal rumah Anda membutuhkan 900 kWh per bulan, artinya daya dalam sehari yang rumah Anda butuhkan adalah
900 kWh : 30 hari = 30 kW2. Hitung kW Harian
Misal dalam satu hari, lama sinar matahari maksimal yang efektif mengenai panel surya berlangsung selama 5 jam. maka kW hariannya adalah
30 kWh : 5 hours = 6 kW
3. Proses Konversi DC ke AC
Perlu Anda ketahui, bahwa panel surya menghasilkan listrik DC (searah) sementara rumah membutuhkan listrik AC (bolak-balik). Oleh karena itu, ketika proses konversi dari DC ke AC yang dilakukan inverter maka akan ada sebagian daya yang hilang.
Angka 20% hilang karena digunakan untuk mengirimkan listrik saat berada di kabel-kabel dan komponen-komponen kecil didalam inverter. Hal ini membuat listrik yang dihasilkan panel surya tidak akan sepenuhnya dikirimkan ke rumah Anda untuk menyalakan elektronik.
Misal dalam satu hari tadi yang dihitung hanya 5 jam maka ada 6 kW yang diperlukan rumah. Sementara proses konversi dari DC ke AC akan menyisakan daya 80% sehingga daya yang dibutuhkan rumah adalah
6 kW : 0,8 (80%) = 7,5 kW DCPerhatikan ada perubahan jenis listriknya, dari kW AC menjadi kW DC. Hal ini terjadi karena perhitungan dilakukan dengan menghitung dahulu besar daya rumah dalam bentuk AC, baru kemudian dikonversi ke listrik DC.
Angka yang didapat adalah 7,5 kW DC, jadi ketika panel surya menghasilkan nilai sebesar ini dan kemudian dikonversi menjadi listrik AC maka akan tersisa 80%. Jika dibalik, maka ketika panel surya menghasilkan 7,5 kW DC lalu dikonversi menjadi AC maka 7,5 kW x 80% = 6 kW AC.
4. Hitung Banyak Panel Surya
Sebelum menghitung banyak panel surya yang dibutuhkan, perlu diketahui bahwa:
7,5 kW = 7.500 Watt
500 Wp = 0,50 kW
300 Wp = 0,30 kW
250 Wp = 0,25 kW
100 Wp = 0,10 kW
Jadi, jika rumah Anda perlu daya 7,5 kW maka jumlah panel surya yang dibutuhkan adalah
7.500 Watt : 500 Wp = 15 Panel Surya
7.500 Watt : 300 Wp = 25 Panel Surya
7.500 Watt : 250 Wp = 30 Panel Surya
7.500 Watt : 100 Wp = 75 Panel SuryaSemakin besar daya panel surya yang Anda pasang, maka jumlah panel surya akan semakin sedikit. Misal Anda ingin memasang panel surya 500 Wp maka yang dibutuhkan sebanyak 15 panel surya, sedangkan jika memilih 300 Wp maka Anda harus membeli 25 panel surya.9 Alasan Mengapa Panel Surya Dipasang di Atap Rumah
1. Mengurangi Pemakaian Lahan
Panel surya yang diletakkan di atap bisa mengurangi pemakaian ruang di lahan rumah Anda, dengan begitu atap yang biasanya kosong jadi lebih bermanfaat.
Selain itu, dengan memasang panel surya di atap rumah artinya Anda tidak akan kehilangan dan mengambil lahan yang bisa digunakan untuk kegiatan lain.
2. Lebih Aman
Penempatan solar panel di atap akan mencegah terjadinya kerusakan langsung pada panel surya karena terkena puing-puing batu, tongkat, atau terkena lemparan benda keras tanpa sengaja.
3. Sedikit Rangka Besi
Memasang panel surya di atas rumah membutuhkan lebih sedikit besi sebagai kerangka penopang, berbeda jika panel surya dipasang di atas tanah maka butuh penopang yang lebih banyak dengan pondasi yang kuat.
4. Lebih Cepat Dipasang
Panel surya yang dipasang di atap dapat dikerjakan lebih cepat daripada memasangnya di tanah (ground) yang harus menggali lubang untuk rangka penyangga, membuat parit, dan merangkai kawat.
Lebih cepat karena tidak perlu melakukan banyak aktivitas lain sehingga Anda bisa fokus untuk memasang panel surya sebaik mungkin.
5. Hemat Anggaran
Sedikit pekerjaan yang dilakukan dengan sedikit orang bekerja di atap rumah akan mengurangi pengeluaran Anda, selain itu rangka penopang yang digunakan juga lebih sedikit sehingga uang yang dimiliki dapat dipakai untuk membeli komponen lainnya.
6. Meningkatkan Nilai Rumah
Manfaat lain memasang panel surya di atap rumah adalah meningkatnya nilai rumah Anda. Rumah yang terpasang sistem PLTS lebih menarik, terlihat futuristik, dan peduli lingkungan. Bisa jadi Anda akan menginspirasi tetangga di dekat rumah Anda untuk ikut memasang panel surya.
7. Menghindari Gangguan
Menempatkan panel surya di atas rumah memungkinkan panel surya menerima radiasi panas sinar matahari secara langsung tanpa ada gangguan dari lingkungan sekitar dan tidak mudah dirusak.
8. Mendinginkan Atap
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh UC San Diego, panel surya membantu mengurangi suhu didalam rumah hingga hampir 35%. Panel surya menghalangi panas untuk sampai ke atap dan menyerap sinar matahari yang seharusnya jatuh langsung ke atap.
Selain itu ada pula ruang antara panel surya dan genteng yang dapat mengalirkan udara untuk membantu mendinginkan atap rumah. Ibaratnya panel surya ialah pohon peneduh yang membantu menjaga atap lebih aman dari panas dan puing-puing.
9. Melindungi Atap
Cuaca buruk seperti salju, hujan es, angin, dan hujan yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada atap rumah Anda jika terjadi selama bertahun-tahun.
Ketika panel surya berada di atap, ada semacam penghalang yang menghalangi cuaca buruk tersebut. Setidaknya dapat membantu melindungi genteng dan dapat membantu atap bertahan dari cuaca buruk lebih lama daripada tanpa panel surya
Kesimpulan
Demikian sembilan alasan mengapa panel surya dipasang di atas rumah, meski memasang panel surya di atap rumah memiliki banyak keuntungan namun Anda juga perlu memperhatikan kondisi dan kekuatan atap di rumah Ada.
Walaupun panel surya bisa dipasang dalam berbagai macam bentuk atap, Anda harus melakukan pengecekan dengan seksama dan menghitung kemampuan atap untuk menopang berat panel surya. Salam energi hijau!
Pertimbangan Memasang Panel Surya di Atap Datar
Apakah Lebih Mahal Memasang Panel Surya di Atap Datar?
Memasang panel surya di atap datar bisa sedikit lebih mahal. Anda perlu memasang dudukan miring yang digunakan untuk mengatur sudut kemiringan panel surya. Untuk sebagian besar sistem PLTS, biaya pemasangan dan tenaga kerja mencapai sekitar 10% dari total harga.
Tetapi di atap datar, biaya tersebut berkurang karena bekerja di atap datar lebih mudah diakses dan lebih aman daripada di atap miring. Di atap miring, pekerja membutuhkan peralatan keselamatan khusus untuk melakukan pekerjaan agar tidak jatuh.
Belum lagi bahan atap seperti genteng yang punya kemungkinan pecah atau terjatuh selama proses instalasi panel surya berlangsung. Masalah semacam itu tidak akan ditemui jika atap rumah Anda datar. Pemasang dapat berjalan dengan bebas dan bahan di atap datar cenderung tidak mengalami kerusakan selama pemasangan.
Apakah Atap Datar Mempengaruhi Output Panel Surya?
Pada atap yang miring, sudut panel surya tergantung pada sudut atap dan arah muka atap. Sedangkan di atap datar, Anda dapat mengarahkan panel surya ke segala arah dan memiringkannya ke sudut mana pun yang Anda inginkan.
Kebebasan ini memudahkan Anda untuk mengoptimalkan output energi. Dengan menghadapkan panel surya ke selatan dan menyesuaikannya ke sudut yang sama dengan garis lintang rumah, Anda dapat memaksimalkan paparan sinar matahari dan menghasilkan lebih banyak energi.
Kerugian Memasang Panel Surya di Atap Datar
Ada tiga kelemahan meletakkan panel surya di atap datar, yaitu: kebocoran atap, panel surya cepat kotor, merugikan rumah di belahan utara, dan pembatalan garansi panel surya.
1. Kebocoran Atap
Masalah utama yang muncul dari pemasangan panel surya di atap datar adalah kebocoran. Jika panel surya dipasang datar, air dapat menggenang diatas dan disekitarnya saat hujan, kondisi itu bisa menyebabkan kerusakan pada atap rumah.
Solusi terbaik adalah memiringkan panel surya pada suatu sudut. Memiringkan 3 atau 4 derajat saja dapat membantu mencegah terjadinya kebocoran dan menjaga panel surya tetap bersih.
2. Panel Surya Cepat Kotor
Panel surya yang dipasang datar punya potensi lebih cepat kotor daripada yang miring. Dari waktu ke waktu, panel surya menjadi lebih kotor dan kotoran yang tidak turun bisa mengurangi produksi listrik.
Panel surya yang dimiringkan dapat membersihkan sendiri karena air yang mengalir membawa sebagian besar kotoran dan puing jatuh bersamanya. Sedangkan panel yang dipasang datar tidak bisa dengan baik melakukannya.
3. Merugikan Rumah di Belahan Bumi Utara
Jika berada di belahan bumi utara, karena posisi matahari bergerak dari timur ke barat setiap hari maka jalurnya selalu melintasi bagian selatan langit. Oleh karena itu, solar panel yang diletakkan rata tidak menghadap matahari sebanyak solar panel yang dimiringkan ke arah selatan.
4. Pembatalan Garansi Panel Surya
Meletakkan panel surya secara datar terkadang dapat menyebabkan pembatalan garansi pabrik pada panel surya. Alasannya adalah ketika panel dipasang datar, air akan tertahan berada diantara bingkai dan lapisan kaca modul.
Mengingat lapisan ini hanya disegel oleh silikon, mirip dengan sesuatu yang Anda gunakan di kamar mandi untuk menyegel air. Kondisi dapat ini menambah risiko panel surya karena akan ada lebih dari 10 hingga 20 tahun air yang menembus penghalang dan merusak komponen panel surya didalamnya.
Kesimpulan
Memiliki atap datar tidak menghalangi Anda untuk memiliki PLTS di rumah. Atap datar juga tidak akan menggangu output daya panel surya selama Anda memasangnya dengan sudut yang agak miring. Bahkan dapat memberikan output energi yang lebih baik daripada atap miring karena Anda dapat mengontrol kemiringan.
Lakukan 4 Hal Ini Sebelum Memasang PLTS Atap
Apa saja yang harus dilakukan sebelum memasang PLTS Atap? Ada empat hal yang perlu diperhatikan: kebutuhan listrik, bangunan, konsultasi PLN, memilih instalator
PLN saat ini sedang berupaya meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) dengan melakukan berbagai upaya seperti mengkonversi PLTD menjadi PLTS.
Upaya ini diharapkan tidak hanya dilakukan oleh pihak pemerintah saja, tetapi juga oleh masyarakat pada umumnya. Khususnya yang menjadi pelanggan PLN, baik itu konsumen rumah tangga, bisnis, industri, maupun swasta.
Baik itu rumah, gedung kantor, gudang, maupun bangunan lain yang punya struktur menunjang untuk dipasang dapat ikut serta untuk mendukung program bauran energi tersebut. Berikut ini panduan bagi pelanggan PLN yang tertarik untuk memasang PLTS atap.
1. Menghitung Kebutuhan Listrik
2. Memeriksa Kondisi Bangunan
3. Berkonsultasi dengan PLN
Langkah ketiga yaitu mengkonsultasikan rencana pemasangan PLTS atap dengan pihak PLN, bisa dengan datang ke kantor PLN terdekat membawa nomor identitas pelanggan dan sampaikan niatan untuk memasang PLTS.
Kemudian tanyakan syarat yang diperlukan untuk memasang PLTS di atap rumah atau bangunan yang dimiliki. Berikut ini beberapa syarat izin operasi dan biaya penyambungan PLTS ke PLN yang bisa Anda jadikan informasi Awal.
Apakah harus menjadi pelanggan pasca bayar ataukah prabayar, untuk memastikan ini maka perlu ditanyakan ke kantor PLN terdekat. Selain itu tanyakan juga terkait formulir pendaftaran yang mungkin ada dan perlu dilengkapi sebelum mengajukan pemasangan.
Kemudian mintalah rekomendasi tentang instalator pemasangan PLTS yang telah mendapat sertifikasi resmi dari Kementerian ESDM.
4. Memilih Instalator PLTS Atap
Apa Itu PLTS Atap: Pengertian, Komponen, dan Mekanismenya
Panel fotovoltaik atau dikenal panel surya dibuat dari bahan semikonduktor yang mampu mengubah radiasi sinar matahari menjadi arus listrik searah (DC).
Saat sinar matahari diterima semikonduktor yang ada di panel fotovoltaik, maka akan membebaskan elektron-elektron untuk menghasilkan listrik.
Ada beberapa orang yang menyebut panel surya sebagai modul surya. Jadi, nggak perlu bingung apa bedanya karena memang sama-sama lempengan kotak hitam tipis yang berisi sel-sel fotovoltaik.
Prinsip Kerja PLTS Atap
- Pengguna PLTS atap mencakup konsumen PLN dari kategori rumah tangga, sosial, pemerintah, industri, dan bisnis
- Pengguna hanya diijinkan memasang PLTS dengan kapasitas maksimal 100% dari daya yang digunakan, misalnya rumah tersambung 900VA maka hanya boleh memasang PLTS dengan kapasitas dibawah atau sama dengan 900VA
- Panel surya dapat dipasang di atap, dinding, atau lokasi lain di bagian bangunan yang dimiliki konsumen PLN.
Komponen dan Mekanisme PLTS Atap
- Panel surya
- Inverter
- Panel listrik atau AC breaker panel
- Perangkat elektronik (TV, Kulkas, Kipas Angin, Dll)
- Meteran kWh
- Jaringan listrik PLN (bisa pakai sumber apapun: PLTA, PLTG, PLTB, PLTD, dsb)
- Panel surya menangkap radiasi sinar matahari dalam bentuk arus listrik searah (DC)
- Inverter mendapat input listrik DC, kemudian diubah menjadi arus bolak-balik (AC)
- Panel listrik (breaker panel) menerima arus AC sebelum dialirkan ke jaringan listrik rumah dan meteran, panel listrik/switchboard diperlukan untuk mengamankan kelebihan beban dan korsleting
- Perangkat elektronik menerima listrik
- Net metering atau meteran kWh
- Listrik dari PLTS melewati meteran sebelum masuk ke jaringan PLN dan juga bisa dilewati listrik dari PLN masuk ke jaringan listrik rumah. Net metering membantu mengetahui seberapa banyak listrik yang digunakan atau listrik yang dikirim ke jaringan PLN.
Mengenal Perbedaan PLTS Terpusat dan Tersebar
PLTS terpusat adalah PLTS yang memiliki jaringan distribusi listrik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan beban yang berbeda-beda di setiap rumah.
Kesimpulan
Ternyata memang kedua pengelompokkan PLTS tersebut tidak dapat berdiri sendiri, melainkan juga dikombinasikan dengan tiga pilihan sistem PLTS (on-grid, off-grid, hybrid)
Karena memang pengelompokkan terpusat dan tersebar digunakan untuk membedakan jaringan distribusi atau pengiriman listrik kepada pengguna atau konsumennya.
Apakah suatu PLTS dibangun dengan jaringan distribusi listrik yang terintegrasi dalam suatu sistem ataukah dibangun sendiri-sendiri atau tersebar di masing-masing rumah hanya untuk kebutuhan individu masing-masing.
Pengelompokkan PLTS menjadi beberapa kategori dapat menyesuaikan dengan situasi yang ada di lapangan. Tidak menutup kemungkinan akan ada pengkategorian lain di masa depan seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi tenaga surya.
Kamis, 01 Desember 2022
Perbedaan PLTS Rooftop, Grounding, dan Floating
Sistem PLTS terapung dipasang di tempat yang airnya tidak digunakan secara langsung dan berada pada lokasi yang aman dengan arus yang tenang.
Indonesia bekerjasama dengan Uni Emirat Arab sedang membangun PLTS atap di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dengan 240 hektar lahan yang digunakan, PLTS ini akan menjadi terbesar di Asean sebagai penghasil listrik 145 Mega Watt Ac (MWac).
Fotovoltaik terapung menerapkan sistem pembangkit listrik tenaga surya yang menempatkan panel fotovoltaik di atas air atau terapung. Hal ini untuk menekan biaya sewa tanah dan cocok diterapkan di pantai atau laut Indonesia yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas lautan.
Sistem yang dibangun serupa dengan PLTS lainnya, namun yang membedakan adalah panel surya yang dipasang didesain khusus agar mengapung di atas air.
Desain ini mampu meningkatkan efisiensi pembangkit karena air dapat mendinginkan sel-sel surya dan memberikan efek pendinginan alami melalui air yang ada dibawah panel surya.
Kesimpulan
Ketiga jenis PLTS tersebut tidak sepenuhnya harus on-grid melainkan juga bisa dibangun dengan sistem off-grid dan hybrid menyesuaikan dengan ketersediaan tempat pemasangan, dan kebutuhan beban yang diperlukan.
Berdasrkan uraian tersebut dapat diketahui bahwa perbedaan PLTS Rooftop, Grounding, dan Floating adalah tempat atau lokasi pemasangan panel surya.
PLTS rooftop menggunakan atap dan dinding sebagai tempatnya, PLTS grounding memakai tanah sebagai tempat meletakkan rak penopang panel surya, dan PLTS floating menggunakan danau atau laut yang mempunyai arus tenang sebagai tempat menempatkan panel surya dan komponen lainnya.
Perbedaan PLTS On-Grid, Off-Grid, dan Hybrid
Perbedaan PLTS on-grid, off-grid, dan hybrid terletak pada karakteristik penyimpanan dayanya, persamaan ketiganya yaitu bekerja dengan prinsip dasar yang sama.
Sistem pembangkit listrik tenaga surya dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis sambungan dengan jaringan, yaitu: PLTS on-grid, off-grid, dan hybrid.
Ketiga sistem tersebut bekerja dengan prinsip dasar sama dalam memanfaatkan sinar matahari. Semua sistem sama-sama menggunakan panel surya untuk mengubah sinar matahari menjadi arus listrik.
Perbedaan on grid off grid dan hybrid adalah penyimpanan daya dan variasi sumber energi yang dipakai sebacai backup atau cadangan. Tidak semua sistem dapat melakukan hal yang sama, bergantung pada karakteristik media yang digunakan untuk menyimpan energi.
ON-GRID
PLTs on-grid adalah pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung dengan jaringan listrik PLN, oleh karena itu disebut on-grid atau didalam jaringan. On Grid juga seringkali disebut sebagai PLTS grid-tie atau grid-feed.
PLTS on-grid bisa menggunakan dua sumber energi, yaitu dari tenaga surya dan listrik PLN. Keduanya bisa digunakan bergantian, khususnya ketika malam hari dimana matahari sudah tidak nampak sinarnya.
Perbedaan on grid dengan off grid adalah baterai dan jaringan PLN, PLTS on grid tidak memiliki komponen baterai. Jika ada kelebihan listrik yang dihasilkan panel surya akan disimpan ke jaringan PLN.
Sedangkan PLTS off grid menyimpannya ke baterai yang menjadikan jaringan PLN sebagai pengganti baterai, baik itu untuk menyimpan energi maupun untuk keperluan cadangan.
Sistem ini banyak digunakan oleh rumah tangga karena memiliki cadangan listrik PLN sebagai backup jika panel surya tidak menghasilkan listrik yang cukup. Sistem ini bisa menjadi pilihan jika ingin memiliki PLTS dengan biaya instalasi yang lebih hemat.
PLTS OFF-GRID
Sistem Off Grid
PLTS off-grid adalah pembangkit listrik tenaga surya yang tidak memiliki sambungan dengan jaringan kelistrikan PLN. Oleh karena itu disebut off-grid atau diluar jaringan.
Sistem off-grid dapat memakai dua sumber energi listrik, yaitu dari listrik yang diproduksi panel surya dan listrik yang disimpan baterai.
Sistem ini menjadikan PLTS bisa mandiri 100% dalam memenuhi kebutuhan daya di rumah. Namun, karena sistem off-grid hanya mengandalkan sinar matahari maka pemilik harus memasang baterai sebagai cadangan energi.
Baterai ini merupakan komponen yang penting dalam sistem off-grid, sebab baterai adalah sumber energi utama saat malam hari. Baterai merupakan komponen wajib jika memilih sistem off-grid.
PLTS HYBRID
PLTS hybrid adalah pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi gabungan antara tenaga surya dan sumber energi lainnya, seperti dari PLN dengan PLTD, PLTB, PLTA, dan lain sebagainya.
Sistem ini juga dapat dimaknai sebagai sistem yang menggabungkan keunggulan on-grid dan off-grid secara bersama-sama. Sistem ini mengadopsi keunggulan dari sistem PLTS on-grid dan off-grid.
PLTS on-grid yang bisa terhubung dengan jaringan PLN, sedangkan off-grid bisa terhubungan dengan baterai sebagai tempat penyimpanan energi berlebih yang dihasilkan panel surya.
Sistem hybrid bisa memakai tiga sumber energi: panel surya, baterai, dan listrik PLN. Adanya ketiga sumber ini menjadikan sistem PLTS hybrid lebih unggul dibandingkan dua sistem lainnya.
Pemilik PLTS pun jadi lebih rileks dan tidak khawatir kehabisan sumber daya. Karena ketiganya bisa saling melengkapi dan bergantian memenuhi kebutuhan listrik di rumah.
Bahkan ada pula yang menyebut bahwa sistem hybrid punya empat sumber energi selain yang disebutkan di atas, yaitu energi yang berasal dari genset.
Ya, genset digunakan sebagai cadangan kalau skenario terburuk terjadi misalnya malam hari ketika baterai habis dan listrik PLN padam.
Kesimpulan
Akhirnya, keputusan ada ditangan anda untuk memilih PLTS on-grid, off-grid, atau hybrid. Setiap orang tinggal ditempat berbeda dan punya kebutuhan listrik yang berbeda.
Mengenal Diri Menuju Rasa Syukur
Alangkah baiknya kita gali dulu apa itu Konsentrasi, Meditasi dan Samadi. Bisa kita cari informasi di google dari sumber sumber yang selaras...
-
PT. HARBANGAN ASHERA NABOLAX berkomitmen memberikan Solusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan kualitas bertaraf internationa...
-
Atap surya kini menjadi pemandangan yang tidak asing di ibukota, gedung-gedung pencakar langit telah memasang modul fotovoltaik di roo...

